BLOG Shiro Fhoto's

Berbuatlah baik, seakan-akan kamu mati besok..!!!!


2 Komentar

Inilah Wajah-Wajah Mahasiswa STAI Natuna

Image

Image

   Mahasiswa STAI Natuna khususnya saya pribadi mengharapkan Pendidikan Yang Lebih efektif dan terdorong oleh fasilitas-fasilitas kampus yang memadai, seperti lapangan bola, futsal, kantin dan kegiatan-kegiatan lainnya..

   Dari bidang pelajaran, saya masih merasa agak kurang, dan susah mencari buku di Natuna khususnya di ranai, karena di perpustakaan kampus dan daerah, buku mata kuliah yang bersangkutan masih belum lengkap dan sering juga tidak di temui di perpustakaan tersebut, jadi saya harus kirim Judul buku mata kuliah itu di luar Ranai, seperti di Pontianak, Yogyakarta dan Bandung.

   Saya juga sering buat makalah tugas dari kampus, tetapi saya bingung mau cari buku dan materinya dimana, mau pinjam sama dosen, itu kan sebenarnya hal yang tak wajar, mahasiswa yang sebenarnya harus aktif mencari materi itu, tetapi di ranai semuanya terbatas, jadi terpaksa saya ambil referensinya dari internet. Apakah benar apa tidak, itulah jalan satu-satunya untuk membuat makalah saya.

   Saya ingin solusi dari pihak kampus dan pemerintah Kab. Natuna untuk masalah ini, dan saya berharap mereka membaca artikel saya yang sangat sederhana ini.. Terimakasih

Image

Image

ImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImage

Iklan


Tinggalkan komentar

Mahasiswa STAI Natuna Unjuk Rasa di Kantor DPRD dan Bupati

Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)  berdemontsrasi   menuntut tanggungjawab  atas tindakan  DPRD  dan Pemerintah Kabupaten Natuna yang dinilai merugikan mereka. Kamis (5/6).
Mahasiswa STAI Natuna gelar demo  karena mereka merasa dipermaikan  DPRD dan Pemerintah Kabupaten Natuna. Mereka kecewa karena Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Disdikbud) mengeluarkan surat edaran tentang kriteria mahasiswa yang mendapatkan bea siswa.

Terkait hal di atas, sejumlah mahsiswa STAI Natuna sebelum di panggil DPRD Natuna untuk mengikuti rapat dengar pendapat(RDP) dengan Pemerintah Kabupaten Natuna terkait adanya revisi kriteria mahasiswa yang mendapatkan biaya siswa. Dalam rapat tersebut sepertinya mahasiswa kalah argumentasi dan kalah jumlah akhirnya mereka kecewa dengan keputusan rapat yang menetapkan hasil revisi tersebut.

Hasil revisi itu disepakati bahwa mahasiswa yang memiliki nilai di bawah 2,5 tidak mendapatkan bea siswa. Terkait bea siswa ini Pemerintah Kabupaten Natuna mengeluarkan surat edaran kepada mahasiswa dua kali dan tindakan ini dinilai tidak menguntungkan bagi mahasiswa.

“Kami datang kemari ingin menuntut pertanggungjawaban atas tindakan pemerintah yang  kami anggap sangat merugikan bagi kami,” teriak Marlis, salah seorang orator demonstrasi,  dan disahuti  puluhan mahasiswa lainnya.

“bagi kami, dapat atau tidak dapat bea mahasiswa tidak menjadi persoalan, asal jangan kami diperlakukan seperti ini, ini kami jelas main-mainkan sama pemerintah dan DPR,” terikanya kembali seraya mendapatkan sambutan meriah dari kawan-kawannya yang lain.

Demonstrasi itu digelar mahasiswa pertama kalinya di Kantor DPRD Natuna, mereka disambut langsung oleh Ketua DPRD Natuna Hadi Candra. Mereka tampil garang namun tertib dan di kantor dewan mereka berhasil mendesak Ketua DPRD Natuna,  Hadi Candra untuk membuat dan menandatangai surat pemanggilan Bupati Natuna Ilyas Sabli untuk datang di Kantor DPRD Natuna karena mashasiswa enggan menuju kantor Buapti Natuna dengan alasan yang tidak disebutkan.

Namun atas dasar negosiasi Ketua DPRD Natuna dengan Mahasiswa maka mereka pun bersedia melanjutkan demo ke Kantor Bupati Natuna di lingkungan Bukit Arai, Ranai. Setibanya di bukti Arai mereka langsung berterika lantang mendaseka Bupati Natuna,  Ilyas Sabli segera keluar dari ruangannya.

Tidak lama berselang Bupati Ilyas keluar menemui mereka, dan mereka pun langsung mendesak Bupati Ilyas untuk segera berangkat ke Kantor DPRD Natuna untuk membahas tuntutan mereka itu dan mereka memberikan kesempatan kapada Bupati Ilyas untuk berkoordinasi dengan Kadisnya selama 15 menit, tapi waktu itu dianggap terlalu singkat oleh bupati Ilyas, “ya saya sanggup ke kantor dewan, tapi kalo saya diberikan waktu hanya 15 menit kan tidak bisa berkordiansi daengan kadis, saya minta satu jam ya,” kata Bupati Ilyas  yang langsung ditimpali mahasiswa,” kelamaan itu, lima menit saja,” teriak mereka walaupun pada akhirinya mereka memberikan waktu satu jam kepada Bupati Ilyas.

Selang satu jam demonstasi digelar kembali, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemrintah Kabupaten Natuna di antaranya mereka meminta pertanggungjawaban pemerintah atas tindakan yang telah merugikan mahasiswa itu. Mereka juga dengan lantang mendasak Bupati Ilyas untuk memecat Kadisdikbud Kabupaten Natuna Jasman Harun, “kami minta kepada Pak Bupati untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah merugikan kami yang telah dilakukan oleh Kadisdikbud Kabupaten Natuna, Jasman Harun, kami minta ia segera di pecat, ” teriak mereka.

Sementara Bupati Ilyas mengaku siap bertanggung jawab atas semunya itu, yang pada akhirnya setelah kurang lebih lima jam pemerintah dan mahasiswa sepakat pada tahun ini bagi mereka yang memiliki nilai dibawah 2,5 akan mendapatkan bantuan siswa.

“Kalau untuk memecat Kadis itu ada aturan dan waktunya jadi tidak bisa serta merta, dan terkait kekeliruan ini.  Maka pemerintah siap memberikan bantuan kepada mahasiswa yang memiliki nilai dibawah 2,5 pada tahun ini,” pungkasnya dan mahasiswa pun bisa menerimanya.

Image.

ImageImageImageImage

Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa STAI Natuna waktu itu di antaranya adalah meminta pertanggung jawaban pemerintah atas tindakan yang dianggap merugikan mahasiswa, menurunkan Jasman Harun dari Kadisdikbud, trasnfaran dalam menyelaurkan dana sosial dan Hibah.(faturrahman)


Tinggalkan komentar

STAI Natuna Dambakan Listrik Masuk Kampus

Anak kuliah

Pihak Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna berharap pemerintah memasang jaringan listrik menuju kampus STAI. Pasalnya sejak berdirinya kampus tersebut belum ada jaringan listrik dari PLN.
Menurut Ketua STAI Natuna, Umar Natuna mengatakan, selama ini pihak kampus mendapatkan listrik dari mesin genset kampus. Akan tetapi biaya yang dikeluarkan cukup besar. Oleh karena itu pihaknya berharap pemerintah bisa membantu pemasangan jaringan listrik PLN menuju kampus STAI.

Dengan pasokan listrik dari PLN, maka biaya operasional untuk listrik jauh lebih ekonomis. Di samping itu, kebutuhan akan listrik di kampus STAI tidak ada kekurangan lagi.

“Kalau pakai mesin genset sendiri tidak bisa beroperasi selama 24 jam. Tetapi jika listrik dari PLN, aktifitas belajar pagi, siang dan malam tidak menjadi soal,” ujarnya.

Umar mengatakan, dari jaringan listrik milik PLN menuju kampus STAI hanya berjarak sekitar 1 kilometer lebih. Diharapkan tahun 2013 ini usulan tersebut dapat terwujud.